Showing posts with label Mesin Gurdi. Show all posts
Showing posts with label Mesin Gurdi. Show all posts

Thursday, 17 May 2012

LAPORAN PRAKTIKUM PROSES PRODUKSI


Saturday, 7 April 2012

PENGELOMPOKAN MESIN GURDI


Menurut konstruksi nya, maka mesin gurdi dapat dikelompok kan menjadi:
A. Penggurdi mampu jinjing

B. Mesin penggurdi peka (sensitif): - Pasangan bangku

- Pasangan lantai

C. Mesin penggurdi tegak: - Tugas ringan

- Tugas berat

- Mesin penggurdi berkelompok

D. Mesin penggurdi radial

E. Mesin penggurdi turet

F Mesin penggurdi spindel jamak: - Unit tunggal

- Jenis jalan

G. Mesin penggurdi produksi otomatis: - Meja pengarah

- Jenis perpindahan

H.Mesin penggurdi lubang dalam

9.2.A. Mesin penggurdi mampu jinjing (Portable)

Mesin ini dispesifikasikan menurut ukuran diameter penggurdi maksimum yang dapat digunakan. Mesin jenis ini adalah relatif kecil, terutama digunakan untuk operasi penggurdian yang tidak dapat dilakukan dengan mudah bila menggunakan mesin kempa gurdi biasa. Karena memang dari jenis portable, selain dilengkapi motor listrik kecil, diameter maksimum penggurdi nya pun hanya 12 mm.

9.2 B. Mesin penggurdi sensitif (peka)

Mesin jenis ini dispesifikasikan menurut diameter benda kerja maksimum yang dapat digurdi. Mesin jenis ini beroperasi pada putaran tinggi, yang terdiri atas sebuah standard tegak, sebuah meja horizontal dan sebuah spindel vertikal untuk memegang dan memutar penggurdi. Mekanisme penggerak mesin ini adalah batang gigi dan pinyon pada selongsong pemegang spindel putar, yang dapat dihubungkan langsung dengan motor atau dengan ssistem sabuk ataupun dengan sistem piring gesek (seperti kopling). Bila menggunakan piring gesek, biasanya kurang sesuai untuk kecepatan rendah maupun pemotongan berat yang mengutamakan tekanan dan temperatur yang tinggi. Diameter penggurdi meksimum yang dapat di aplikasikan pada mesin ini adalah 15 mm.

9.2.C. Mesin penggurdi tegak

Penggurdi tegak, agak mirip dengan penggurdi sensitif, bedanya, mesin ini dirancang untuk pemotongan berat, seperti telihat pada gambar dibawah ini.

image001

Tinggi mesin ini sekitar 1 m, dengan tiang nya berbentuk peti yang umumnya lebih kaku dan lebih kokoh dibandingkan dengan tiang berbentuk bulat, oleh karena itu, mesin ini akan lebih sasuai untuk pekerjaan pemotongan berat serta pekerjaan mengetap dan tentu saja penggurdian.

· Mesin penggurdi kelompok (gang)

Mesin ini disebut: penggurdi kelompok (gang), sebab beberapa spindel penggurdi di pasangkan pada meja tunggal, dengan demikian mesin ini mamapu melakukan beberapa operasi. Benda kerja dipegang oleh sebuah jig yang dapat menggeserkan nya pada meja dari satu spindel ke spindel berikutnya. Sebagai contoh, operasi penggurdian dua lubang dengan ukuran berbeda sekaligus meluaskan nya, maka perlu dipasangkan 4 (empat) buah spindel. Karena biasanya mesin ini dilengkapi dengan kendali otomatis, maka 2 (dua) atau lebih operasi berbeda, dapat dilakukan secara serempak.

9.2.D. Mesin penggurdi Radial

Mesin ini dirancang untuk menggurdi beberapa lubang pada benda kerja yang besar. Mesin nya terdiri dari sebuah tiang vertikal yang menyangga sebuah lengan dengan membawa elat penggurdi. Lengan nya dirancang dapat bergerak kesegala posisi diatas sebuah meja kerja dan pada lengan tersebut terdapat tombol-tombol untuk menyetel gurdi.

image002

Pada gambar diatas terlihat sebuah mesin penggurdi radial, dimana seorang operator dapat menempatkan penggurdi sisembarang posisi pada meja kerja dengan relatif cepat’

9.2.E. Mesin gurdi turet

Mesin jenis ini biasanya bisa diperlengkapi oleh kendali numerik, bahkan untuk jenis tertentu mempunyai 8 (delapan) stasiun turet, dimana setiap stasiun dapat menjalan kan suatu alat tertentu yang beda dari alat pada stasiun lain nya.

9.2.F. Mesin penggurdi spindel jamak

image003

Keistimewaan mesin ini dapat menggurdi beberapa lubang sekaligus, seperti yang diperlihatkan pada gambar diatas. Mesin ini bekerja sangat presisi, sehingga produk yang dihasilkan nya merupakan produk yang mampu tukar. Walaupun demikian, dibutuhkan sebuah pelat yang dilengkapi dengan selongsong, untuk memandu penggurdi masuk dengan tepat ketitik yang dituju pada benda kerja.

9.2.G. Mesin penggurdi produksi otomatis

Dikatakan otomatis, karena mesin ini mampu memindahkan benda kerja yang telah dimesin dari satu stasiun ke stasiun berikut nya untuk proses pekerjaan lain nya.

Mesin ini biasanya dilengkapi oleh 35 stasiun, bahkan ada yang sampai 100 stasiun, yang dapat melakukan berbagai operasi berbeda-beda sesuai yang direncanakan.

Seperti gambar yang terlihat dibawah ini memperlihatkan sebuah mesin penggurdi produksi otomatis dengan 35 stasiun pengendali yang mampu memproduksi 75 buah suku cadang (benda kerja) untuk setiap jam nya.

image004

Mesin jenis ini biasanya digunakan pada sebuah industri otomotif (mobil), dimana jadwal produksi nya penuh dan ketat, misal nya untuk membuat: blok silinder, kepala silinder, dll.

9.2.H. Mesin penggurdi lubang dalam

Mesin jenis ini biasanya digunakan untuk menggurdi: laras senapan, spindel panjang, batang engkol dan peralatan pengeboran sumur minyak tertentu. Karena lubang yang dalam dan panjang, maka akan sulit untuk menyangga benda kerja dan penggurdinya, termasuk serpihan logam, harus bisa keluar dengan baik. Oleh karena itu, kecepatan putar dan hantaran, harus diperhitungkan dengan cermat, tetapi mesin ini sudah dirancang untuk dapat mengatasi hal-hal yang disebutkan diatas. Konstruksi mesin ini pada umum nya adalah vertikal dan menggunakan mata potong tunggal dengan bentuk galur yang lurus.

Untuk pendinginan, karena memang temperatur kerja nya cukup tinggi, digunakan minyak bertekanan tinggi, dialirkan melalui sebuah lubang yang disiapkan pada alatpenggurdinya.

Umumnya, mesin penggurdi lubang dalam ini stasioner (diam), sementara itu, benda kerja nya yang berputar, namun bila dikehendaki lain, misalnya karena sulit untuk memutar benda kerja, maka design mesin ini memungkinkan untuk benda kerja yang diam, penggurdi yang berputar.

Karena lubang dalam, maka alat penggurdinya pun panjang, oleh karena itu dianjurkan, agar hantaran nya ringan, untuk mencegah ter-tekuk nya penggurdi.

10. ALAT MEMPERLUAS LUBANG (REAMER)

image005

Alat untuk memperluas lubang (reamer) adalah perkakas yang dapat menyelesaikan lubang yang telah digurdi atau di bor. Banyak nya bahan (geram) yang dipotong tergantung pada ukuran lubang dan bahan benda kerja yang di potong. Untuk reamer yang sedang, tebal geram yang dipotong biasanya 0,38 mm, namun untuk yang kecil = 0,13 mm, tetapi untuk diameter reamer yang besar, maka tebal geram bisa mencapai 0,8 mm.

Ada beberapa istilah yang umum digunakan pada alat peluas lubang, seperti yang dapat dilihat pada gambar ilustrasi dihalaman sebelum nya.

Demikian juga untuk perkakas reamer, dikenal ada beberapa macam, yakni:

a. Peluas lubang tangan

b. Peluas lubang pencekam

c. Peluas lubang cangkang (shell)

d. Peluas lubang tirus

e. Peluas lubang ekspansi

f. Peluas lubang mampu setel

Bebarapa jenis perkakas perluas lubang tersebut, dapat dilihat gambarnya dibawah ini:

image006

10.a. Peluas Lubang Tangan

Peluas lubang tangan adalah perkakas untuk penyelesaian akhir yang dirancang untuk penepatan akhir dari lubang.

Ujung alat ini di gerinda dengan bentuk tirus, untuk memudahkan pemasukan perkakas nya kedalam lubang, galur yang digunakan biasanya lurus atau spiral.

10.b. Peluas Lubang Pencekam

Jenis galurnya, bisa lurus maupun spiral, yang spiral mempunyai aksi peluasan lubang bebas, digunakan untuk lubang yang sulit untuk diperbesar, sedangkan yang lurus,digunakan dalam mesin turet, gurdi kempa dan pembubut.

10.c. Peluas Lubang Cangkang

Ujung perkakas nya berbentuk cangkang (shell) yang dipasangkan pada arbor tirus. Celah yang ada pada alat ini menghubungkan penyeret pada arbor untuk menghasilkan

pergerakan positif.

Umumnya perkakas ini digunakan untuk mesin bubut turet, dianjurkan untuk tidak terlalu tebal memotong geram.

10.d. Peluas Lubang Tirus

Untuk perkakas ini, diperlukan konstruksi yang kokoh dan sekuat mungkin, karena seluruh panjang perkakas digunakan untuk membesarkan lubang pada benda kerja, dalam artian ketebalan benda kerja nya cukup ekstrim.

10.e. Peluas Lubang Ekspansi

Perkakas pelubang ekspansi ini, umumnya dapat disetel untuk meng-kompensasi ke ausan atau untuk keperluan meluaskan lubang berdiameter besar.

10.f. Peluas Lubang Mampu Setel

Agak mirip dengan peluas lubang ekspansi, hanya perkakas ini tidak dapat dimanipulasi untuk menjaga ukuran lubang dalam kisaran yang luas.

10.1. JIG (PENJEPIT BENDA KERJA)

Sebuah jig dirancang sedemikian rupa, sehingga proses memasang dan melepaskan (loading-unloading) benda kerja dapat berlangsung dengan cepat dan mudah, termasuk dirancang untuk mudah membersihkan nya dari geram-geram benda kerja.

Sebaik nya pada mesin ada terdapat ruang kosong yang cukup besar, yang dimaksudkan untuk menampung serpihan-serpihan logam yang dipotong dari benda kerja.

Dibawah ini dapat dilihat gambar sebuah jig dari jenis meja yang biasanya digunakan untuk menggurdi lubang flens.

image007

Penggunaan jig, tidak terbatas hanya untuk operasi penggurdiansaja, tetapi juga untuk digunakan untuk operasi pengetapan, pengeboran lawan, pelebaran lubang, termasuk untuk pembubutan.

10.2. FIXTURE (PEMEGANG TETAP)

Fixture adalah sebuah alat untuk memegang benda kerja sekaligus untuk menyangga nya dengan kuat dan kokoh yang dipasangkan pada mesin. Dengan adanya fixture dalam sebuah mesin reamer misalnya, akan dapat:

a. menurunkan biaya operasi

b. meningkatkan produksi

c. memungkinkan pemesinan benda kerja yang besar dan berat.

Umum nya, fixture ini digunakan tidak saja pada mesin reamer, tapi juga pada mesin bubut, mesin bubut turet, mesin frais, peralatan bor, pengetam dan penyerut.

Pemegang tetap ini pada umum nya terbuat dari baja cor kelabu atau dari baja plat dengan bantuan pengelasan ataupun pengeboran.

Fixture ini dipasangkan pada mesin dengan cara dibautkan atau di “kunci”kan yang biasanya mempunyai pena penempatan atau blok untuk memegang benda kerja dengan kokoh. Untuk menjamin ke mamputukaran (changeble), maka alat pemegang ini dibuat dari baja yang permukaan nya dikeraskan, agar kuat terhadap benturan-benturan.

Hal yang paling utama untuk diperhatikan pada fixture ini adalah: karena terletak diantara benda kerja dengan mesin, maka akan selalu menderita gaya-gaya dinamis yang besar, untuk itulah fixture ini harus kuat dan kaku. Agar operasi pemesinan tidak terganggu, maka digunakan alat fixture duplex, yaitu suatu alat yang memungkinkan pemasangan dan penurunan benda kerja dari salah satu sisinya, sementara mesin beroperasi pada benda kerja yang dijepit pada sisi lain.

Oleh : Ir. Ganda Samosir, M.Sc. 


Sumber http://teorikuliah.blogspot.com


MESIN PENGGURDI

Salah satu jenis mesin perkakas yang paling sederhana adalah mesin kempa gurdi.
Penggurdian adalah kegiatan membuat lubang dalam sebuah benda kerja dengan cara menekan kan sebuah gurdi yang berputar, atau sebaliknya alat gurdi nya yang diam (fixed/stasioner), sementara benda kerja yang akan dilubangi nyang berputar. Meskipun alat kempa gurdi pada dasar nya sebuah mesin kegunaan tunggal, tetapi sejumlah operasi yang mirip, dapat juga dilakukan dengan menambah alat potong yang sesuai. Metode lain untuk melubangi benda kerja adalah dengan mempons (punching), memotong dengan nyala, pengintian (coring), menggergaji melingkar, memfrais kecil (fly cutting) dan memesin dengan energi ultrasonik atau listrik.

Mesin punch akan sangat teliti untuk melubangi bahan-bahan yang tipis, tetapi mesin dan cetakan nya berharga relatif mahal. Sementara itu, pemotongan dan penusukan bahan menggunakan nyala oksiasetilen atau penusukan oksigen, dapat memotong dan menembus segala ketebalan bahan yang umum, tetapi bentuk dan ukuran lubang nya tidak bisa teliti.

Coring, khususnya digunakan pada pembuatan lubang besar pada pengecoran guna menghemat logam dan menurunkan biaya pemesinan.

Gergaji memotong melingkar dan frais kecil, ke-2 nya digunakan untuk membuat lubang berdiameter relatif besar pada pelat tipis.

Memesin dengan pelepasan energi ultrasonik dan listrik, dapat digunakan untuk membuat lubang pada logam-logam keras.

Pengeboran, adalah kerja untuk memperbesar lubang yang telah di gurdi atau diberi inti sebelum nya. Alat potongny adalah mirip dengan pahat mata tunggal, seperti hal nya pada mesin bubut.

Pengeboran lawan adalah: untuk memperbesar satu ujung dari lubang yang digurdi, mengguna kan pahat yang dilengkapi dengan pena penuntun agar bisa persis masuk kedalam lubang yang akan digurdi. Pada prinsipnya, pengeboran lawan ditujukan untuk menyetel kepala baut dan mur pada permukaan benda kerja. Penyelesaian sebuah permukaan kecil disekeliling lubang yang digurdi, dikenal dengan pengerjaan tepi titik,yakni meratakan permukaan yang kasar, agar kepala baut dapat duduk dengan baik. Adakalanya puncak dari sebuah lubang yang digurdi, di jadikan kerucut yang bertujuan untuk tempat duduk nya kepala baut kerucut (vershenk), maka hal ini di sebut pembenaman lawan.

Meluaskan lubang (Reaming), adalah memperbesar lubang yang telah ada sebelum nya, dimana luas lubangnya sudah sampai pada ukuran yang sesuai untuk penyelesaian halus. Reaming ini dirancang bukan untuk memotong geram yang tebal, tetapi untuk penyelesaian halus saja. Walau pun operasi-operasi diatas dapat dilakukan pada kempa gurdi, tetapi mesin perkakas lain juga dapat melakukan pekerjaan yang sama baik nya.

9.1. MESIN GURDI

Gurdi adalah sebuah pahat pemotong yang ujung nya berputar dan memiliki satu atau beberapa tepi potong dan galur (alur) yang terhubung secara kontinu disepanjang badan gurdi.

Galu tersebut, bisa berbentuk lurus maupun heliks, dimaksudkan untuk tempat laluan geram-geram sekaligus untuk laluan media pendingin. Apabila sabuah gurdi mempunyai dua atau empat galur, maka gurdi tersebut dikenal sebagai: penggurdi inti, yang umum nya tidak dimasudkan untuk memulai sebuah lubang, melainkan untuk meluaskan lubang atau menyelesaikan lubang yang sebelumnya telah diberi inti.

9.1.a. PENGGURDI PUNTIR (TWIST DRILL)

Jenis gurdi yang paling umum adalah penggurdi puntir yang memiliki dua buah galur dan dua buah tepi potong, seperti yang terlihat pada gambar berikut ini.

image001

Umumnya penggurdi dilengkapi oleh sebuah tangkai, ada yang lurus, ada pula yang tirus.

Penggurdi bertangkai tirus(ketirusan nya 0,0521 mm/mm » 5,21 %), ditempatkan dengan baik pada soket tirus dari spindel mesin nya.

Di ujung dari tirus nya, terdapat semacam flens yang harus persis bisa masuk kedalam celah yang telah ada pada soket spindel nya, hal ini dimaksud kan untuk mencegah gurdi tidak slip ketika melakukan pekerjaan penggurdian.

Gurdi bergalur lurus ditempatkan dengan baik di dalam pencekam gurdi yang umumnya hanya mampu menggurdi benda kerja dengan ketebalan maksimum 12 mm.

Secara umum, jenis gurdi cukup banyak, namun variasi nya hanya terlihat dari jumlah dan sudut alur yang ada pada gurdi tersebut, untuk jelasnya dapat dilihat pada gambar yang ada di halaman berikut ini.

image002

Penggurdi bergalur tunggal, digunakan untuk pelubangan mula dan untuk penggurdian lubang yang dalam. Penggurdi dengan dua galur adalah jenis konvensional yang dipakai untuk pelubangan mula sekaligus menggurdi lubang.Penggurdi bergalur tiga atau empat, pada prinsip nya dipakai untuk memperbesar lubang yang telah dibuat sebelum nya. Dari mutu hasil nya, maka hasil gurdi bergalur 3 atau 4, akan lebih baik daripada hasil gurdi bergalur 2.

9.1.b. PENGGURDI PISTOL (GUN DRILL)

Jenis penggurdi pistol bergalur lurus yang digunakan untuk penggurdian dalam ada 2 (dua), yakni:

1) Penggurdi Trepan

image003

Kekhususan gurdi tipe ini adalah: hanya dengan menggeser kedepan penggurdinya, maka inti akan bekerja sebagai pemandu sehingga ujung gurdi akan tepat pada titik yang harus nya digurdi.

2) Penggurdi Pistol Pemotongan Pusat

image004

Walaupun gurdi jenis ini termasuk gurdi konvensional, namun sampai sekarang masih dipakai, terutama untuk penggurdian lubang yang sangat dalam, misalnya untuk menggurdi lubang buntu yang tidak dapat di gurdi jenis lain (pada ujung gurdi tersebut terdapat material karbida).

Ke-2 jenis gurdi ini mempunyai galur hanya memiliki satu tepi potong, dan gurdi pistol memotong geram lebih sedikit dibandingkan gurdi puntir, oleh karena itu kecepatan potong nya pun lebih tinggi.

9.1.c. PENGGURDI KHUSUS

Penggurdi jenis ini di rancang untuk menggurdi lubang yang besar pada benda kerja, berbentuk pipa atau logam lembaran.

Penggurdi khusus ini terdiri dari beberapa jenis, tergantung pada kegunaan nya, misal:

1). Pemotong Jenis Gergaji

image005

2). Pemotong Jenis Frais

image006

Jenis ini digunakan untuk menggurdi lubang yang sangat besar pada logam tipis, alat potong nya serin juga disebut “fly cutter”.

3). Penggurdi Sekop

image007

Gurdi jenis ini juga digunakan untuk lubang berdiameter besar, yakni antara 35 mm s/d 380 mm, dimana bahan gurdi nya terbuat dari baja kecapatan tinggi, kalau pun dari jenis baja lain , maka ujung nya harus diberi karbida.

Ada juga dikenal sabuah gurdi yang dikombinasikan dengan pahat lain, misalnya: kombinasi penggurdi dan tap atau juga penggurdi dan pembenam.

9.1.d. Kinerja Beberapa Penggurdi

Kinerja atau prestasi sebuah penggurdi, tidak lepas dari peran material pembuat gurdi tersebut. Seperti telah disinggung pada Bab terdahulu, bahwa kecepatan potong pahat dari baja kecepatan tinggi, bisa mencapai dua kali kecepatan potong pahat baja karbon, namun demikian, penggurdi dengan ujung karbida wolfram, akan memberikan hasil yang sangat memuaskan, asal kan tidak digunakan untuk memotong baja keras.

Hal yang sangat perlu diperhatikan adalah, ketika membuat gurdi, maka penggerindaan sudut mata potong nya harus baik.

· Sudut Mata Gurdi

Penggerindaan sudut mata sebuah gurdi, disesuai kan dengan jenis material benda kerja yang akan di gurdi, artinya: sudut mata gurdi tertentu, hanya digunakan untuk material benda kerja tertentu pula, biasanya sudut sebesar 118 ° sudah cukup memuaskan, namun, makin keras benda kerja, maka makin besar sudut mata gurdi nya.

Pada halaman berikut ini, dapat dilihat gambar ilustrasi dua buah gurdi dengan sudut mata yang berbeda ( 140° dan 80° ), dimana huruf T menyatakan tebal dan W menyatakan lebar dari geram atau serpihan benda kerja yang digurdi.

image008

Dari hasil praktek, dapat dikatakan bahwa tebal geram image009 dari gurdi ber-sudut mata 140° lebih besar (tebal) dibandingkan dengan tebal geramimage010 dari hasil gurdi ber-sudut mata 80° , sebaliknya, lebar image011dari hasil gurdi bersudut 140° lebih kecil dibandingkan dengan image012 hasil dari 80° .

Sebagai contoh, besi cor lunak dan plastik, dapat digurdi menggunakan penggurdi dengan sudut mata kuran dari 118° .

· Sudut Heliks Galur Gurdi

Kinerja atau prestasi sebuah gurdi dipengaruhi oleh sudut heliks dari galur nya, dimana sudut tersebut, bisa bervariasi antara 0° s/d 45° , namun yang umum dan sudah standar adalah 30° . Makin kecil sudut heliks galur gurdi, maka makin besar puntiran yang dibutuhkan untuk meng- operasikan gurdinya, hal ini juga berarti, makin besar daya mesin yang dibutuhkan, oleh karena itu, agar efisiensi gurdi meningkat, maka sudut heliks galur gurdinya harus lah tepat.

Untuk bahan-bahan tembaga, magnesium dan plastik lunak, sebaiknya sudut heliks galur gurdinya sebesar 35° , sedangkan untuk bahan plastik keras, sudutnya 17° dan untuk baja lunak sampai menengah, sudut nya berkisar antara 25° s/d 32° .

· Mata Gurdi

Agar hasil pemotongan gurdi lebih baik, maka harus terdapat sedikit semacam mahkota pada tepi mata potongnya, sedemikian rupa sehingga masuk nya pemotong pada benda kerja akan lebih mantap. Bentuk umum dari sebuah mata gurdi yang baik diperlihatkan pada gambar berikut.

image013

image014

Jenis mata gurdi seperti gambar diatas, disebut “penggurdi mata belah”, dimana web nya lebih di tipis kan dan matanya seperti dibelah. Gurdi seperti ini, biasanya digunakan untuk memotong baja keras sampai paduan baja super keras.

· Fluida Pendingin Gurdi (Coolant)

Agar hasil penggurdian baik dan mata pemotongnya lebih awet, maka diharuskan selalu menggunakan fluida/media pendingin (coolant).

Fungsi coolant antara lain:

a. memperbaiki aksi pemotongan antara penggurdi dengan benda kerja

b. memudahkan serpihan (geram) keluar dari mata gurdi

c. mendinginkan gurdi dan benda kerja

Syarat utama dari fluida pendingin adalah: fluida nya harus mampu mendinginkan panas yang timbul akibat gesekan penggurdi dengan benda kerja, oleh karena itu tidak semua jenis fluida akan sesuai untuk jenis benda kerja nya. Berikut ini adalah tabel contoh beberapa fluida pendingin yang digunakan untuk penggurdian material tertentu.











No

Jenis Material Benda Kerja

Jenis Fluida Pendingin

1

2

3

4

5

6

7

8

9

Aluminium

Kuningan

Perunggu

Besi Cor

Tembaga

Magnesium

Besi mampu tempa

Baja lunak

Baja keras (baja perkakas)

Campuran minyak mineral, lemak hewan

Udara 1 atm, Camp. minyak mineral, Lemak hewan

Udara 1 atm, Larutan minyak

Udara 1 atm, Udara bertekanan

Larutan minyak, Camp. minyak mineral, Lemak hewan

Udara 1 atm, Minyak mineral

Larutan minyak

Larutan minyak, minyak tersulfurisasi

Lemak hewan, Larutan minyak

· Kecepatan Potong Penggurdian

Banyak sediki nya geram yang terpotong merupakan fungsi darikecepatan potong dan hantaran alat potong gurdi, sementara itu, mutu dari lubang, ditentukan oleh kekuatan mesin, ketepatan dan design penggurdi. Kecepatan potong yang dinyatakan dalam m/menit adalah: ukuran dari kecepatan keliling dari penggurdi nya, secara matematis ditulis sbb:

image015 image016 dengan: image017 = diameter benda kerja (mm)

image018= Putaran mesin (rpm)

Catatan:

Kecepatan potong yang sesuai, sangat tergantung kepada kekerasan dan kekasaran benda kerja. Makin keras dan kasar benda kerja, maka kecepatan potongnya akan makin rendah.

Contoh: Aluminium; Cs = 75 m/menit, Besi cor; Cs = 30 m/menit, Magnesium; Cs = 90 m/menit; Kiningan; Cs = 60 m/menit

· Hantaran Penggurdi

Hantaran penggurdi dinyatakan dalam image019. Secara umum, untuk operasi penggurdian, lebih tebal geram yang dipotong, maka akan lebih efisien. Agar waktu pemesinan lebih cepat, maka dianjurkan menyetel hantaran yang lebih dalam, bukan nya meningkatkan kecepatan potong nya, karena hal ini justru dapat menurunkan umur pahat. Berikut ini dapat dilihat tabel yang di anjurkan untuk proses penggurdian.









Diameter benda kerja (mm)

Hantaran (mm/putaran)

3,3

3,2 ¸ 6,4

6,4 ¸ 12,7

12,7 ¸ 25,4

ñ 25,4

0,03 ¸ 0,05

0,05 ¸ 0,10

0,10 ¸ 0,18

0,18 ¸ 0,38

0,38 ¸ 0,64

Catatan:

Dari praktek, dapat diketahui bahwa, bila hantaran tetap konstan, maka umur penggurdi nya pun akan lebih awat.

· Ukuran Lubang Yang di Gurdi

Biasanya penggurdi dengan dua galur akan menggurdi dengan sedikit kelebihan ukuran. Sebagai contoh, untuk diameter penggurdi antara (3,2 ¸ 25) mm, dapat dihitung sbb:

Kelebihan ukuran rata-rata = 0,05 + 0,13 D

Kelebihan ukuran maksimum = 0,13 + 0,13 D

Kelebihan ukuran minimum = 0,03 + 0,08 D

dengan D = diameter nominal penggurdi (mm).

Rumus tersebut diatas, tidak hanya berlaku untuk meterial jenis logam besi, tetapi juga untuk jenis logam bukan besi pada umum nya.

Oleh : Ir. Ganda Samosir, M.Sc.


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost Coupons