Showing posts with label Alat Ukur dan Teknik Pengukuran. Show all posts
Showing posts with label Alat Ukur dan Teknik Pengukuran. Show all posts

Wednesday, 4 April 2012

Macam-macam satuan

Pengetahuan paling mendasar yang harus dimiliki oleh orang teknik mesin adalah tentang satuan, karena hampir semua kegiatan dalam dunia teknik mesin, yang namanya satuan tidak mau ketinggalan (tetep eksis terus). Berikut adalah beberapa satuan satuan dasar :
Satuan volume
satuan
M3
Mm3
Cm3
Dm3
Km3
1 m3
1
109
106
103
10-9
1mm3
10-9
1
10-3
10-6
10-18
1 Cm3
10-6
103
1
10-3
10-15
1 Cm3
10-3
106
103
1
10-12
1 Cm3
109
1018
1015
1012
1

Satuan gaya (juga gravitasi)
satuan
N
KN
MN
kgf
dyn
1 N
1
10-3
10-6
0.102
10
1 KN
103
1
10-3
0.102 x 103
108
1MN
106
103
1
0.102 x 106
1011

Satuan tenaga
Satuan
W
KW
Kgf m/s
Kcal/h
hp
1 W
1
103
0.102
0.860
1.36 x 10-3
1 KW
1000
1
102
860
1.36
1 kgf m/s
9.81
9.81 x 10-3
1
8.43
13.3 x 10-3
1 kcal/h
1.16
1.16 x 10-3
0.119
1
1.58 x 10-3
1 hp
736
0.736
75
632
1

Semoga dapat sedikit bermanfaat bagi kemajuan teknik mesin indonesia.


Saturday, 24 March 2012

Pembacaan hasil pengukuran jangka sorong 1/1000 inch

A. Hasil pengukuran suatu benda kerja dengan menggunakan  jangka sorong ketelitian 1/1000 inch adalah sebagai berikut :
1 inch = 40 bagian skala utama, maka :  1 Skala Utama = 1/40 Inch dan  1 Skala utama dibagi 25 skala Nonius, Maka : 1/40 : 25 = 1/1000
a. Posisi skala utama (bawah), sebelum titik nol skala nonius : pada strip ke-12, Maka :  1/40 x 12 = 12/40.
b. Posisi skala nonius (atas) pada strip ke-8, Maka : 1/1000 x 8 = 8/1000.
Jadi hasil pengukuran benda kerja adalah : 12/40 + 8/1000 = 300/1000 + 8/1000 = 308/1000 inch = 0,308 inch.

B. Hasil pengukuran suatu benda kerja dengan menggunakan  jangka sorong ketelitian 1/1000 inch adalah sebagai berikut :
1 inch = 40 bagian skala utama, maka :  1 Skala Utama = 1/40 Inch dan  1 Skala utama dibagi 25 skala Nonius, Maka : 1/40 : 25 = 1/1000
a. Posisi skala utama (bawah), sebelum titik nol skala nonius : pada strip ke-22, Maka :  1/40 x 22 = 22/40.
b. Posisi skala nonius (atas) pada strip ke-8, Maka : 1/1000 x 8 = 8/1000.
Jadi hasil pengukuran benda kerja adalah : 22/40 + 8/1000 = 550/1000 + 8/1000 = 558/1000 inch = 0,558 inch.

C. Hasil pengukuran suatu benda kerja dengan menggunakan  jangka sorong ketelitian 1/1000 inch adalah sebagai berikut :
1 inch = 40 bagian skala utama, maka :  1 Skala Utama = 1/40 Inch dan  1 Skala utama dibagi 25 skala Nonius, Maka : 1/40 : 25 = 1/1000
a. Posisi skala utama (bawah), sebelum titik nol skala nonius : pada strip ke-45, Maka :  1/40 x 45 = 45/40.
b. Posisi skala nonius (atas) pada strip ke-18, Maka : 1/1000 x 18 = 18/1000.
Jadi hasil pengukuran benda kerja adalah : 45/40 + 18/1000 = 1125/1000 + 18/1000 = 1143/1000 inch = 1,143 inch.


Pembacaan Hasil Pengukuran Micrometer 1/1000 mm

A. Dari hasil pengukuran suatu benda kerja dengan menggunakan micrometer 0,001 mm (0-25 mm) didapatkan :
1 skala tabung = 1/100 mm, 1 skala nonius = 1/1000 mm.
Pada Skala utama terbaca = 10 mm
Pada Skala tabung terbaca =  31/100 mm = 0,31 mm
Pada Skala Nonius terbaca = 7/1000 mm =  0,007 mm
Maka Hasil pengukuran micrometer tersebut adalah = 10 + 0,31 + 0,007 = 10,317 mm.
B. Dari hasil pengukuran suatu benda kerja dengan menggunakan micrometer 0,001 mm (0-25 mm) didapatkan :
1 skala tabung = 1/100 mm, 1 skala nonius = 1/1000 mm.
Pada Skala utama terbaca = 11,5 mm
Pada Skala tabung terbaca =  46/100 mm = 0,46 mm
Pada Skala Nonius terbaca = 7/1000 mm =  0,007 mm
Maka Hasil pengukuran micrometer tersebut adalah = 11,5 + 0,46 + 0,007 = 11,967 mm.
C. Dari hasil pengukuran suatu benda kerja dengan menggunakan micrometer 0,001 mm (0-25 mm) didapatkan :
1 skala tabung = 1/100 mm, 1 skala nonius = 1/1000 mm.
Pada Skala utama terbaca = 12,5 mm
Pada Skala tabung terbaca =  17/100 mm = 0,17 mm
Pada Skala Nonius terbaca = 5/1000 mm =  0,005 mm
Maka Hasil pengukuran micrometer tersebut adalah = 12,5 + 0,17 + 0,005 = 12,675 mm.


Pembacaan hasil pengukuran jangka sorong 1/128 inch

A. Hasil pengukuran suatu benda kerja dengan menggunakan  jangka sorong ketelitian 1/128 inch adalah sebagai berikut :
1 inch = 16 bagian skala utama, maka :  1 Skala Utama = 1/16 Inch dan  1 Skala utama dibagi 8 skala Nonius, Maka : 1/16 : 8 = 1/128
a. Posisi skala utama (bawah), sebelum titik nol skala nonius : pada strip ke-7, Maka :  1/16 x 7 = 7/16.
b. Posisi skala nonius (atas) pada strip ke-7, Maka : 1/128 x 7 = 7/128.
Jadi hasil pengukuran benda kerja adalah : 7/16 + 7/128 = 56/128 + 7/128 = 63/128 inch.

B. Hasil pengukuran suatu benda kerja dengan menggunakan  jangka sorong ketelitian 1/128 inch adalah sebagai berikut :
1 inch = 16 bagian skala utama, maka :  1 Skala Utama = 1/16 Inch dan  1 Skala utama dibagi 8 skala Nonius, Maka : 1/16 : 8 = 1/128
a. Posisi skala utama (bawah), sebelum titik nol skala nonius : pada strip ke-21, Maka :  21/16 inch.
b. Posisi skala nonius (atas) pada strip ke-4, Maka : 1/128 x 4 = 4/128.
Jadi hasil pengukuran benda kerja adalah : 21/16 +4/128 =  168/128 +4 /128
= 172/128 =  1   11/32 inch.

C. Hasil pengukuran suatu benda kerja dengan menggunakan  jangka sorong ketelitian 1/128 inch adalah sebagai berikut :
1 inch = 16 bagian skala utama, maka :  1 Skala Utama = 1/16 Inch dan  1 Skala utama dibagi 8 skala Nonius, Maka : 1/16 : 8 = 1/128
a. Posisi skala utama (bawah), sebelum titik nol skala nonius : pada strip ke-9,  Maka :   9/16 inch.
b. Posisi skala nonius (atas) pada strip ke-6, Maka : 1/128 x 6 = 6/128.
Jadi hasil pengukuran benda kerja adalah : 9/16 +6/128 =  72/128 +6 /128 = 78/128 =39/64 inch.

D. Hasil pengukuran suatu benda kerja dengan menggunakan  jangka sorong ketelitian 1/128 inch adalah sebagai berikut :
1 inch = 16 bagian skala utama, maka :  1 Skala Utama = 1/16 Inch dan  1 Skala utama dibagi 8 skala Nonius, Maka : 1/16 : 8 = 1/128
a. Posisi skala utama (bawah),sebelum titik nol skala nonius : pada strip ke-17,  Maka :   17/16 inch.
b. Posisi skala nonius (atas) pada strip ke-3, Maka : 1/128 x 3 = 3/128.
Jadi hasil pengukuran benda kerja adalah : 17/16 +3/128 =  136/128 +3 /128 = 139/128 = 1  11/128 inch.


Cara Pembacaan Ketelitian Micrometer (mm)

Berikut ini adalah cara pembacaan ketelitian Micrometer (mm)
Tabung Micrometer terbagi dalam 50 bagian Skala Tabung.
1 Putaran Tabung = 0,5 mm Skala Utama.
50 bagian Skala  Tabung = 0,5 mm Skala Utama
1 Bagian Skala Tabung = 1/50 x 0,5 mm = 1/100 mm.
9 Skala Tabung = 10 Skala Nonius
9 x 1/100 mm = 10 Skala Nonius
0,09 Skala Tabung =10 Skala Nonius
1 Skala Nonius = 1/10  x 0,09 = 0,009 mm
Maka ketelitian Micrometer  = 1 Skala Tabung – 1 Skala Nonius
= 0,01 mm – 0,009 mm = 1/1000 mm = 0,001 mm.


Pembacaan hasil pengukuran Vernier Caliper 0,02 mm

Ketelitian Jangka sorong  adalah : 1 bagian Skala utama, dibagi sebanyak jumlah skala nonius = 1/50 = 0,02 mm (maka : 1 skala nonius = 0,02 mm)

A. Hasil pengukuran suatu benda kerja dengan menggunakan  jangka sorong ketelitian 1/50 mm (0,02 mm) adalah  :
Skala Utama = 3 mm dan Skala nonius = 38 x 0,02 mm = 0,76 mm. Maka hasil pengukuran jangka sorong diatas adalah 3 + 0,76 = 3, 76 mm.

B. Hasil pengukuran suatu benda kerja dengan menggunakan  jangka sorong ketelitian 1/50 mm (0,02 mm) adalah  :
Skala Utama = 12 mm dan Skala nonius = 28x 0,02 mm = 0,56 mm. Maka hasil pengukuran jangka sorong diatas adalah 12 + 0,56 = 12, 56 mm.

C. Hasil pengukuran suatu benda kerja dengan menggunakan  jangka sorong ketelitian 1/50 mm (0,02 mm) adalah  :
Skala Utama = 13 mm dan Skala nonius = 12x 0,02 mm = 0,24 mm. Maka hasil pengukuran jangka sorong diatas adalah 13 + 0,44 = 13, 24 mm.
D. Hasil pengukuran suatu benda kerja dengan menggunakan  jangka sorong ketelitian 1/50 mm (0,02 mm) adalah  :
Skala Utama = 18 mm dan Skala nonius = 12x 0,02 mm = 0,24 mm. Maka hasil pengukuran jangka sorong diatas adalah 18 + 0,44 = 18, 24 mm.


JANGKA SORONG (VERNIER CALIPER)

Fungsi:
  1. Ketebalan, jarak luar atau diameter luar.
  2. Kedalaman.
  3. Tingkat/step.
  4. Jarak celah atau diameter dalam.
Ketelitian mistar sorong dapat mencapai 0,02 dan 0,05 satuan millimeter dan 1/128” hingga 1/1000” untuk satuan inchi.Ukuran panjang vernier caliper antara lain: 0 sampai 150 mm, 0 sampai 175 mm, 0 sampai 250 mm, 0 sampai 300 mm, 1 meter (sistem metrik).

Sebelum melakukan pengukuran dengan menggunakan vernier caliper bersihkan vernier caliper dengan menggunakan kain yang lunak dan bersih. Kemudian periksa vernier caliper apakah penunjukkannya masih nol (0), apabila ke dua rahangnya dirapatkan. Untuk merapatkan rahangnya gunakan penyetel. Benda kerja yang akan diukur bersihkan terlebih dahulu dari kotoran.

Sebelum vernier caliper disimpan, terlebih dahulu vernier caliper dibersihkan dengan menggunakan kain kering dan bersih dan seterusnya lapisi vernier caliper dengan minyak pelumas. Jaga vernier caliper agar tetap standar, karena vernier caliper adalah alat ukur presisi. Tempatkan vernier caliper pada tempat penyimpanannya dan jaga jangan sampai jatuh. Sebaiknya setelah vernier caliper dipakai beberapa bulan vernier caper ini dibersihkan dengan jalan membuka bagian-bagiannya dan membersihkannya dengan kain yang bersih dan kering, sebab setelah dipakai lama, kemungkinan adanya debu atau kotoran lain yang masuk di antara celah-celahnya.


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost Coupons