Showing posts with label CNC. Show all posts
Showing posts with label CNC. Show all posts

Friday, 13 April 2012

BAB I PENDAHULUAN

A. DESKRIPSI PRAKTEK CNC

Praktik CNC merupakam matakuliah praktik sebagai aplikasi Numarically Controlled yang terdiri dari fungsi G dan M dan juga merupakan lanjutan penerapan program NC yang telah disimulasikan pada mata kuliah praktik CAD/CAM. Perkuliahan ini disajikan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan dalam mengaplikasikan perintah G dan M untuk menghasilkan benda kerja pada mesin CNC TU-2A, TU-3A, ET-120 dan VMC-100.
Tahapan kerja yang harus dilakukan/dialami oleh praktikan dalam mengikuti perkuliahan ini adalah :
1. Mempelajari Mesin CNC TU-2A dan ET-120 yang meliputi :
- Elemen – elemen utama Mesin CNC TU-2A dan ET-120
- Menghidupkan Mesin
- Mengambil data Tool dan perpindahan posisi
- Fungsi G dan M
- Menyusun program
- Memasukkan program ke Mesin
- Menjalankan program
- Pemeriksaan hasil
2. Mempelajari Mesin CNC TU-3A dan VMC-100 yang meliputi :
- Elemen – elemen utama Mesin CNC TU-3A dan VMC-100
- Menghidupkan Mesin
- Mengambil data Tool dan perpindahan posisi
- Fungsi G dan M
- Menyusun program
- Memasukkan program ke Mesin
- Menjalankan program
- Pemeriksaan hasil


B. TUJUAN PRAKTEK CNC
Tujuan dari pelaksanaan perkuliahan praktik CNC adalah untuk memperoleh beberapa kemampuan yaitu :
1. Mahasiswa mampu menerapkan fungsi G dan M untuk membentuk benda kerja
    pada mesin NC TU-2A
2. Mahasiswa mampu menerapkan fungsi G dan M untuk membentuk benda kerja
    pada mesin CNC TU-3A
3. Mahasiswa mampu menerapkan fungsi G dan M untuk membentuk benda kerja
pada mesin CNC ET-120
4. Mahasiswa mampu menerapkan fungsi G dan M untuk membentuk benda kerja
pada mesin CNC VMC-100
5. Mahasiswa mampu mengoperasikan mesin-mesin CNC.
C. URAIAN TUGAS PRAKTEK
1. Persiapan Praktek
Pada tahap pertama mahasiswa dibekali pemahaman tentang Mesin CNC TU-2A, mesin CNC ET-120, Mesin CNC TU-3A dan mesin CNC VMC-100 melalui tatap muka di kelas ditambah dengan study literatur yang meliputi elemen – elemen utama, menghidupkan Mesin, mengambil data Tool dan perpindahan posisi, fungsi G dan M, menyusun program, memasukkan program ke mesin, menjalankan program.
Selanjutnya mahasiswa menerima OJE Sheet (Operation, Job, and Evaluation Sheet) untuk dipahami dan dimengerti maksud dari tugas praktik. Dengan diberikannya tugas, mahasiswa diharapkan :
- Membaca gambar teknik dari benda kerja yang akan dibuat.
- Menentukan tool yang akan dipakai
- Menyusun program CNC untuk pembuatan benda kerja.
2. Pelaksanaan Praktek.
Pelaksanaan praktik merupakan suatu proses pembuatan benda kerja yang meliputi penyusunan program CNC, memasukkan program ke mesin, pemasangan tool, pengambilan data tool, pengikatan benda kerja, set PSO dan eksekusi program.
3. Pemeriksaan Kualitas Hasil Pekerjaan
Pemeriksaan kualitas pekerjaan diukur dari hasil pekerjaan dengan melibatkan metoda pelaksanaan, hasil ketrampilan yang didapat, dan waktu pengerjaan tugas. Ketiga komponen ini akan menentukan hasil pekerjaan mahasisiswa pada setiap job/tugas yang diberikan.

D. METODE PENILAIAN

1. Menilai Komponen

Komponen yang dinilai ada 3 (empat) buah , yaitu : metode ,hasil ketrampilan, waktu. Masing-masing komponen ini mempunyai nilai maksimum yang berbeda. Untuk metoda nilainya 12, hasil ketrampilan nilainya 80, waktu nilainya 8.
Total nilai keseluruhan 100 (seratus).
a. Metode
Komponen ini mempunyai 4 (empat) faktor penilaian yang masing-masing bernilai : 4 untuk langkah kerja , 3 untuk sikap kerja , 3 untuk penggunaan alat, dan 2 untuk keselamatan kerja . Total nilai metoda ini 12 (maksimum).
1) Langkah Kerja
Penilaian langkah kerja dilaukan kepada mahasiswa sewaktu mengerjakan pekerjaan . Apakah teratur dan sesuai dengan yang semestinya atau tidak .
2) Sikap Kerja
Penilaian sikap kerja dilakukan selama mahasiswa mengerjakan pekerjaan, dengan mengamati dan melihat, apakah tekun , penuh semangat , malas , sambil bermain-main, sering keluar ruangan ,dll.
3) Penggunaan Alat
Penilaian terhadap penggunaan alat selama mahasiswa melakukam praktek tentang : Pengikatan benda kerja, pemeliharaan mesin, penggunaan alat sesuai dengan fungsinya.
4) Keselamatan Kerja
Penilaian terhadap keselamatan kerja dilakukan selama mahasiswa mengerjakan pekerjaan , yang meliputi keamanan kerja, rusak tidaknya mesin dan perlengkapan lainnya, gagal tidaknya pekerjaan yang dikerjakan, benar tidaknya langkah mematikan mesin, memutus arus setelah pekerjaan selesai.
b. Hasil Keterampilan
Komponen ini mempunyai beberapa faktor penilaian yang masing-masing mempunyai bobot tersendiri. Komponen ini terdiri dari pemilihan tool (3), pengambilan data tool (7), set perpindahan posisi 15, program (25) dan dimensi (30). Total nilai yang diperoleh maksimum 80.
c. Waktu
Komponen ini mempunyai nilai maksimum 8. Mahasiswa yang dapat menyelesaikan pratik dengan waktu standar ,atau lebih cepat dari waktu standar diberi nilai 8. Sebaliknya mahasiswa yang lambat nilai dikurangi setara dengan kelebihan waktunya.
2. Nilai Akhir Kegiatan Praktek
Bila semua komponen telah diisi , hasil dijumlahkan . Bila nilainya 100 (seratus) atau nilai maksimum, maka distribusinya meliputi :
    No Komponen Penilaian Bobot
    1 M e t o d a 12
    2 Hasil Keterampilan 80
    3 W a k t u 8

    T o t a l 100

Skor akhir ini akan dikonversikan dalam bentuk nilai akhir seperti disajikan pada tabel berikut:
Tabel 1 Konversi Nilai
Lama Berbasis Kompetensi
Skor Huruf Angka Tingkat
Penguasaan (%)
Huruf Angka Arti
85-100 A 4 90-100 A 4 Sangat Kompeten
75-84 B 3 80-89 B 3 Kompeten
65-74 C 2 70-78 C 2 Cukup Kompeten
55-64 D 1 55-69 D 1 Tidak Kompeten
00-54 E 0 00-54 E 0 Tidak Kompeten

E. TATA TERTIB
Tata tertib merupakan ketentuan dalam bentuk peraturan yang wajib ditaati oleh mahasiswa selama praktek berlangsung . Isi tata tertib antara lain :
1. Mahasiswa harus sudah hadir 5 menit sebelum praktek dimulai .
2. Terlambat 10 menit tanpa alasan tertentu yang dapat diterima, mahasiswa tidak
diperkenankan mengikuti praktik.
3. Mahasiswa dilarang memakai sandal atau sepatu sandal selama praktek berlangsung.
4. Mahasiswa dilarang merokok dalam ruangan praktik.
5. Mahasiswa dilarang bercanda atau berbuat keributan selama praktek berlangsung.
6. Mahasiswa dilarang membawa pulang benda berupa bahan praktik dan peralatan yang
ada dalam bengkel.
7. Harus menjaga kebersihan ruangan selama melaksanakan praktik.
8. Peminjaman peralatan yang diperlukan selama praktik harus melalui dengan menggunakan daftar pinjaman.
    9. Kehilangan dan kerusakan peralatan selama praktek dengan disengaja menjadi tanggung-jawab mahasiswa dan harus diganti.
F. JADWAL PELAKSANAAN PRAKTEK
Pelaksanaan praktik CNC ini terjadwal sesuai dengan alokasi waktu yang telah ditentukan. Pelaksanaan praktik CNC ini secara keseluruhan dilaksanakan sebanyak 16 kali pertemuan. Sesuai dengan jumlah sks yaitu 2 sks, maka dibutuhkan waktu praktik selama 2 x 100 menit (3 jam 20 menit). Jam efektik selama yang 3 jam 20 menit, 30 menit digunakan untuk penyajian materi Mesin CNC,130 menit untuk praktik, 10 menit untuk persiapan praktik, 10 menit untuk kebersihan setelah praktik berlangsung. Sehingga untuk 16 kali pertemuan, maka dibutuhkan 16 x 30 menit jam efektif utuk teori dan 16 x 150 menit efektif untuk praktik.
Berikut ini adalah jadwal pelaksanaan kegiatan praktik CNC :
Mata Kuliah : Praktik CNC*/Teknologi Pemesinan II**/Teknologi Pemesinan III***
Kode : MES
Jumlah SKS : 2 sks
Semester : Ganjil/Genap
Jurusan/P. Studi : * P. Studi D3 KBK , ** P. Studi S1 KBK., *** P.Studi D3 Non KBK.
Dosen :
Tabel 2 Jadwal Pelaksanaan Praktik CNC
Perkuliahan Pertemuan Teori Praktik
1 s/d 8 Mesin CNC TU-2A Job 1
9s/d 16 Mesin CNC TU-3A Job 2

G. KESELAMATAN KERJA
Keselamatan kerja merupakan faktor utama dalam bekerja. Oleh karena itu mahasiswa harus mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. Keselamatan kerja bukan hanya menyangkut orangnya, tetapi juga alat/mesin serta barang atau benda kerja yang dikerjakan. Keselamatan kerja meliputi keselamatan dari manusianya, keselamatan alat/mesin dan keselamatan benda kerja.
1. Keselamatan Kerja Bagi Manusianya (mahasiswa)
Faktor ketidakhati-hatian dalam bekerja akan menimbulkan cidera bahkan dapat berakibat fatal. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diingnkan tersebut, sebaiknya mahasiswa mengikuti aturan-aturan sebagai berikut :
a. Pakailah pakaian pratik dengan rapi.
b. Rambut tidak boleh gondrong.
c. Jika mesin sedang beroperasi aktifkan selalu pintu /pelindung beram.
d. Pakai sarung tangan pada saat membersihkan beram.
e. Yakinkan bahwa benda kerja telah terikat kuat.
f. Camkanlah gambar-gambar keselamatan kerja yang ditempel pada dinding.
2. Keselamatan Alat dan Mesin
Umur suatu alat/mesin tergantung pada pemakainya. Oleh karena itu, untuk menjaga agar umurnya panjang, sebaiknya para pemakai mengikuti aturan berikut ini :
a. Untuk membersihkan beram jangan menggunakan kompressor.
b. Pada waktu mengoperasikan mesin, jangan sampai melampaui beban atau batas
maksimumnya.
c. Gunakan alat-alat tangan sesuai fungsinya.
d. Laksanakan perawatan sesuai dengan manual mesin.
3. Keselamatan Benda Kerja
Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dalam pengerjaan benda kerja adalah mengikuti petunjuk atau langkah-langkah kerja yang terdapat pada operation Sheet. Untuk itu mahasiswa harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a. Baca dan ikuti dengan seksama langkah-langkah kerja pada lembar pekerjaan.
b. Jangan bekerja sebelum ada petunjuk dari dosen/instruktur
c. Periksa dengan seksama mesin yang akan digunakan dan laporkan apabila ada
kerusakan atau kelalaian dalam penggunaannya.
d. Periksa benda kerja yang apakah telah sesuai dengan ketentuan pada lembar
pekerjaan.
H. PEMELIHARAAN FASILITAS BENGKEL
Workshop beserta isinya harus dipelihara untuk menjaga keutuhan dan umur mesin/alat yang ada. Jika workshop bersih maka mahasiswa akan merasa betah dan juga merasa aman. Pemeliharaan alat/mesin harus secara teratur dan terus-menerus. Oleh karena itu, sebaiknya diikuti petunjuk-petunjuk sebagai berikut :
1. Tempatkan alat-alat bantu pada lemari/panel yang mudah dikontrol.
2. Pada tiap-tiap mesin, taruh kartu pemakaian agar dapat dideteksi lama pemakaiannya.
3. Buat daftar perawatan harian, bulanan, dan tahunan.
4. Jangan meremehkan kerusakan yang kecil, agar tidak merepotkan dikemudian hari.
5. Perhatikan apakah mesin memerlukan pengontrolan temperatur.
6. Terapkan semboyan “lebih baik mencegah daripada memperbaiki’’ yang ada pada semua fasilitas di workshopel.


Tuesday, 10 April 2012

Parameter proses permesinan pada mesin frais

   Parameter proses permesinan pada mesin frais adalah sebagai berikut :

1. Cutting speed
N : rpm pahat
D : diameter cutter (inch)
(Sumber : Teori dan Teknologi Proses Permesinan)

2. Feed per Tooth

V : laju linier
N : rpm pahat
n : jumlah gigi
(Sumber : Manufacturing engineering and technology)

3. MRR ( Material Removal Rate

l : length of workpiece (inch)
W : wide of workpiece (inch)
t : time (minute)
v : cutting speed (inch per minute)
d : depth of cut (inch)
(Sumber : Manufacturing engineering and technology)

4. Cutting time

lc : perpanjangan cutter
l : panjang benda kerja
       v : cutting speed
(Sumber : Manufacturing engineering and technology)

Gambar Grafik untuk menentukan kecepatan makan
(Sumber : Teori dan Teknologi Proses Permesinan

Gambar Grafik Pengeboran
(Sumber : Teori dan Teknologi Proses Permesinan)

Gambar Grafik Kecepatan Potong-makan-putar
(Sumber : Teori dan Teknologi Proses Permesinan)
 


Parameter Proses Permesinan Mesin Bubut

   Parameter proses permesinan mesin bubut adalah sebagai berikut :

1.    Cutting Speed
Cutting Speed ialah kecepatan potong (mm/min)                  

         ν = Ï€.d.n / 1000
Ketarangan :
d : diameter benda kerja                                                                     
n : putaran poros utama (benda kerja)
(referensi : http://maxcy-idrz.blogspot.com/2009/01/pengertian-mesin-cnc.html )

2.    Feeding Speed
Feeding Speed ialah kecepatan Makan (mm/min)
          ν f =  f .  n
Keterangan :
f : gerak makan (mm)
n : putaran poros utama (benda kerja)
(referensi : http://maxcy-idrz.blogspot.com/2009/01/pengertian-mesin-cnc.html )

Gambar Grafik untuk menentukan kecepatan makan

3.    Material Removal Rate 
Material Removal Rate ialah Laju penghasil geram ( cm3/min)
Z = f . a . ν f
            Keterangan :
f : gerak makan (mm)
a : kedalaman potong (mm)
ν f : kecepatan makan (mm/min)              

4.    Cutting Time (min)
Cutting time ialah waktu pemotongan 
          tc = lt  / ν f

            Keterangan :
            lt : panjang permesinan
            ν f : kecepatan makan    (mm/min)          

5.    Depth of  Cut
Depth of  cut ialah Kedalaman Pemotongan (mm)
                     
            Keterangan :
            D = diameter awal pembubutan (mm)
            d = diameter akhir pembubutan (mm)      




Wednesday, 4 April 2012

Jenis-Jenis Mesin CNC TU 3A

1. Mesin CNC 3 AXIS, VMC 100.
Mesin ini adalah mesin yang sering digunakan oleh mahasiswa untuk praktikum serta memiliki kaasitas kerja yang lebih ringan disbanding vmc 200, bahasa pemrograman emco

2. Mesin CNC 3 AXIX, VMC 200.
Mesin yang penggunaanya tergolong mudah akan tetapi dalam menciptakan bentuk yang rumit sangat sulit dan terbatas memorinya untuk benda yang sederhana

3. Mesin CNC 3 AXIS, HURCO VMX 42.
Mesin ini digunakan untuk menciptakan contur yang unik dan rumit karena mesin ini sanggup mengekssekusi benda yang dibuat dahulu pada cam/cad dan memiliki memori yang besar. Bahasa pemrograman formc


Tuesday, 3 April 2012

CNC – Computer Numerically Controlled

Awal lahirnya mesin CNC (Computer Numerically Controlled) bermula dari 1952 yang dikembangkan oleh John Pearseon dari Institut Teknologi Massachusetts, atas nama Angkatan Udara Amerika Serikat. Semula proyek tersebut diperuntukkan untuk membuat benda kerja khusus yang rumit. Semula perangkat mesin CNC memerlukan biaya yang tinggi dan volume unit pengendali yang besar. Pada tahun 1973, mesin CNC masih sangat mahal sehingga masih sedikit perusahaan yang mempunyai keberanian dalam mempelopori investasi dalam teknologi ini. Dari tahun 1975, produksi mesin CNC mulai berkembang pesat. Perkembangan ini dipacu oleh perkembangan mikroprosesor, sehingga volume unit pengendali dapat lebih ringkas.
Dewasa ini penggunaan mesin CNC hampir terdapat di segala bidang. Dari bidang pendidikan dan riset yang mempergunakan alat-alat demikian dihasilkan berbagai hasil penelitian yang bermanfaat yang tidak terasa sudah banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat banyak.
Jenis Mesin CNC:
Di industri menengah dan besar, akan banyak dijumpai penggunaan mesin CNC dalam mendukung proses produksi. Secara garis besar, mesin CNC dibagi dalam 2 (dua) macam, yaitu :
Mesin bubut CNC dan Mesin frais CNC.
Cara Mengoperasikan Mesin CNC:
Secara umum, cara mengoperasikan mesin CNC dengan cara memasukkan perintah numeric melalaui tombol-tombol yang tersedia pada panel instrument di tiap-tiap mesin. Setiap jenis mesin CNC mempunyai karakteristik tersendiri sesuai dengan pabrik yang membuat mesin tersebut. Namun demikian secara garis besar dari karakteristik cara mengoperasikan mesin CNC dapat dilakukan dengan dua macam cara, yaitu :
  1. Sistem Absolut
    Pada sistem ini titik awal penempatan alat potong yang digunakan sebagai acuan adalah menetapkan titik referensi yang berlaku tetap selama proses operasi mesin berlangsung. Untuk mesin bubut, titik referensinya diletakkan pada sumbu (pusat) benda kerja yang akan dikerjakan pada bagian ujung. Sedangkan pada mesin frais, titik referensinya diletakkan pada pertemuan antara dua sisi pada benda kerja yang akan dikerjakan.
  2. Sistem Incremental
    Pada system ini titik awal penempatan yang digunakan sebagai acuan adalah selalu berpindah sesuai dengan titik actual yang dinyatakan terakhir. Untuk mesin bubut maupun mesin frais diberlakukan cara yang sama. Setiap kali suatu gerakan pada proses pengerjaan benda kerja berakhir, maka titik akhir dari gerakan alat potong itu dianggap sebagai titik awal gerakan alat potong pada tahap berikutnya.
Sejalan dengan berkembangnya kebutuhan akan berbagai produk industri yang beragam dengan tingkat kesulitan yang bervariasi, maka telah dikembangkan berbagai variasi dari mesin CNC. Hal ini dimaksud untuk memenuhi kebutuhan jenis pekerjaan dengan tingkat kesulitan yang tinggi. Berikut ini diperlihatkan berbagai variasi mesin CNC.

PC untuk Mesin CNC:
PC (Personal Computer) sebagai perangkat input bagi mesin CNC sangat penting peranannya untuk memperoleh kinerja mesin CNC. Oleh karena itu setiap pabrik yang memproduksi mesin CNC juga memproduksi atau merekomendasi spesifikasi PC yang digunakan sebagai input bagi mesin CNC produksinya.
Pada mesin CNC untuk keperluan unit latih (Training Unit) atau dengan operasi sederhana, baik tampilan pada monitor maupun eksekusi program, maka PC yang dipergunakan sebagaimana pada mesin CNC jenis LOLA 200 MINI CNC, LEMU IITM, EMCO TU, maupun yang sejenis.
Perkembangan jenis pekerjaan yang menggunakan peranan mesin CNC sejalan dengan kebutuhan teknologi manufaktur semakin meningkat. Oleh karena itu dikembangkan pula perangkat PC yang dapat melayani mesin CNC dengan kinerja yang mampu mengatasi beberapa faktor kesulitan yang dijumpai pada proses manufaktur. Gambar 8 memperlihatkan tampilan monitor mesin CNC jenis E·IPC700-ECKELMANN, DNC NT-2000, WinPromateII – Baronics, Mirac PC, CamSoft, ProMotion® iCNC, maupun yang sejenis.

Kode Standar Mesin CNC:
Mesin CNC hanya dapat membaca kode standar yang telah disepakati oleh industri yang membuat mesin CNC. Dengan kode standar tersebut, pabrik mesin CNC dapat menggunakan PC sebagai input yang diproduksi sendiri atau yang direkomendasikan.

Mesin CNC Generasi Baru:
Operator mesin CNC yang akan memasukkan program pada mesin sebelumnya harus sudah memahami gambar kerja dari komponen yang akan dibuat pada mesin tersebut. Gambar kerja biasanya dibuat dengan cara manual atau dengan computer menggunakan program CAD (Computer Aided Design). Seiring dengan kemajuan teknologi di bidang computer, maka telah dikembangkan suatu software yang berisi aplikasi gambar teknik dengan CAD yang sudah dapat diminta untuk menampilkan program untuk dikerjakan dengan mesin CNC. Aplikasi program tersebut dikenal dengan sebutan CAM (Computer Aided
Manufacturing). Software CAM pada umumnya dibuat oleh pabrik yang membuat mesin CNC dengan tujuan untuk mengoptimalkan kinerja mesin CNC yang diproduksinya.
Dengan menggunakan software CAM, seorang operator cukup membuat gambar kerja dari benda yang akan dibuat dengan mesin CNC pada PC. Hasil gambar kerja dapat dieksekusi secara simulasi untuk melihat pelaksanaan pengerjaan benda kerja di mesin CNC melalui layer monitor. Apabila terdapat kekurangan atau kekeliruan, maka dapat diperbaiki tanpa harus kehilangan bahan. Jika hasil eksekusi simulasi sudah sesuai dengan yang diharapkan, maka program dilanjutkan dengan eksekusi program mesin. Program mesin yang sudah jadi dapat langsung dikirim ke mesin CNC melalui jaringan atau kabel atau ditransfer melalui media rekam.
Masa Depan Mesin CNC:
Dengan perkembangan teknologi informasi, maka di masa datang dimungkinkan input mesin CNC dapat berasal dari gambar kerja manual yang dibaca melalui scan, kemudian diinterpretasikan oleh PC yang terkoneksi dengan mesin CNC. Hasil dari pembacaan scan akan diolah oleh software pada PC menjadi program simulasi berupa CAD/CAM. Selanjutnya hasil simulasi akan dieksekusi menjadi program mesin CNC yang siap dieksekusi untuk membuat benda kerja

Sumber:
Saputra, A. (2011, Oktober 19). Agung Saputra Blogspot. Retrieved March 22, 2012, from Agung Saputra Blogspot: http://agungsaputra37.blogspot.com/2011_10_01_archive.html

http://industri09abdul.blog.mercubuana.ac.id/2011/01/page/2/


Saturday, 24 March 2012

Pengenalan CNC Training Unit 3 Axis (TU 3A)

Mesin Computer Numerically Controlled secara garis besar dapat didefinisikan sebagai suatu mesin perkakas yang mempunyai gerak otomatis dan dikontrol dengan bahasa numerik dan dikendalikan oleh sistem komputer, disebut sebagai mesin CNC TU 3A, karena mesin ini merupakan mesin frais dan mempunyai tiga sumbu utama yaitu : sumbu x, y dan z.
Mesin CNC TU 3A sering kita kenal dengan nama mesin CNC Frais F1, mesin ini dibuat oleh EMCO Industrial Training- EMCO MAIER GmbH pada tahun 1982, kemudian pada tahun 1985 mulai dikembangkan EMCOTronic F1 pada CNC F1P, kemudian mulai tahun 1988 dikembangkan mesin CNC VMC 100 dan VMC 200.

Mesin CNC TU 3A (CNC Frais F1)

Sistem Persumbuan Mesin Frais (CNC TU 3A)
Mesin CNC TU 3A adalah mesin Training Unit yang menggunakan 3 Axis atau sumbu. Pada sistem persumbuan ini, letak atau posisi dari sumbu mengacu kepada posisi tegak lurus kepala tegak dengan meja mesin, ketika terjadi pergeseran posisi kepala tegak, maka letak posisi persumbuan akan mengikuti ke arah mana kepala tegak tersebut bergeser.
 
Sistem persumbuan Mesin Frais Tegak dan Datar

Bila kita perhatikan, letak posisi ke-3 sumbu utama dari mesin frais CNC TU 3A diatas, dapat kita simpulkan sebagai berikut :
  1. Sistem Persumbuan pada Mesin Frais Tegak (posisi spindel utama tegak lurus dengan meja mesin), sumbu x mempunyai arah gerakan memanjang pada meja mesin (dengan panjang langkah maksimal sampai dengan 199,99 mm atau 7,999 inchi), sedangkan sumbu y mempunyai arah gerakan meja melintang mendekati ataupun menjauhi tiang mesin (dengan panjang langkah maksimal sampai dengan 99,99 mm atau 3,999 inchi) dan sumbu z mempunyai arah  gerakan spindel utama kepala tegak mendekati ataupun menjauhi meja mesin (dengan panjang langkah maksimal 199,99 mm atau 7,999 inchi).
  2. Sistem Persumbuan pada Mesin Frais Datar (posisi spindel utama sejajar dengan meja mesin), sumbu x mempunyai arah gerakan melintang mendekati ataupun menjauhi meja mesin (dengan panjang langkah maksimal sampai dengan 99,99 mm atau 3,999 inchi), sedangkan sumbu z mempunyai arah gerakan memanjang pada meja mesin (dengan panjang langkah maksimal 199,99 mm atau 7,999 inchi ) dan sumbu y mempunyai arah gerakan spindel utama kepala tegak mendekati ataupun menjauhi meja mesin (dengan panjang langkah maksimal 199,99 mm atau 7,999 inchi).


Program Pion (CNC TU2A)

Rencana desain pion sederhana sebagai berikut :


Skema ukuran pion dengan bahan alumunium dia. 22 mm dengan panjang 110  mm.
 Pemrograman pion dengan CNC TU 2A sebagai berikut :


TUTORIAL CNC TU 2A



CNC TU dipergunakan untuk pelatihan dasar pemrograman dan pengoperasian CNC yang dilengkapi dengan EPS (External Programing Sistem). Mesin CNC jenis Training Unit hanya mampu dipergunakan untuk pekerjaan-pekerjaan ringan dengan bahan yang relatif lunak. 


Untuk arah gerakan pada Mesin Bubut diberi lambing sebagai berikut :
a.  Sumbu X untuk arah gerakan melintang tegak lurus terhadap sumbu putar.
b.  Sumbu Z untuk arah gerakan memanjang yang sejajar sumbu putar.
Bagian Utama Mesin Bubut CNC TU 2-A
1. Bagian mekanik 
  • motor utama 
  • eretan 
  • step motor 
  • rumah alat potong 
  • cekam 
  • meja mesin 
  • kepala lepas 

2. Bagian pengendali 
  • saklar utama 
  • tombol darurat 
  • saklar operasi mesin 
  • saklar pengatur kecepatan 
  • saklar layanan dimensi mesin 
  • ampere meter 
  • saklar pengatur asutan 


SIMULASI G00 - TU 3A

G00 - CONTOH Gerak lurus cepat ( tidak boleh menyayat)

Untuk mempermudah mencari koordinat, sebaiknya menggunakan simulasi dengan menggunakan AutoCAD


Diameter pisau
:
10 mm
Posisi Sumbu X
:
-10 mm
Posisi Sumbu Y
:
-10 mm
Posisi Sumbu Z
:
20 mm
Metode Absolut
N
G
X
Y
Z
F
00
92
-1000
-1000
2000
01
M03
02
00
-1000
00
2000
03
00
-1000
00
00
04
00
5000
00
00
05
00
5000
5000
00
06
00
00
5000
00
07
00
00
00
00
08
00
00
00
2000
09
00
00
2500
00
10
00
2500
2500
00
11
00
2500
5000
00
12
00
2500
5000
2000
13
00
-1000
-1000
2000
14
M05
15
M30


Keterangan gerakan

N00
=
Fungsi G92 menunjukan program absolut
N01
=
Spindle utama berputar
N02
=
Pisau didekatkan pada titk 0 sumbu Y
N03
=
Pisau diturunkan pada titik 0 Sumbu Z
N04
=
Proses plotter pisau bergerak dari titik A ke titik B
N05
=
Proses plotter pisau bergerak dari titik ke titik C
N06
=
Proses plotter pisau bergerak dari titik C ke titik D
N07
=
Proses plotter pisau bergerak dari titik D ke titik A
N08
=
di Titik A pisau dinaikkan +20 mm, sumbu Z
N09
=
Dari titik A pisau dipindah ke titik E
N10
=
Di Titik E pisau diturunkan pada titik 0 sumbu Z
N11
=
Proses plotter dari titik E ke titik F
N12
=
Proses plotter dari titik F ke titik G
N13
=
Di titik G pisau dinaikkan +20mm, dari titik 0 sumbu Z
N14
=
Pahat dikembalikan di posisi awal X-1000, Y-1000
N15
=
Spindle dimatikan
N16
=
Program selesai

Metode Inkrimental
N
G
X
Y
Z
F
00
M03
-1000
-1000
2000
01
00
-1000
00
2000
02
00
-1000
00
00
03
00
5000
00
00
04
00
00
5000
00
05
00
-5000
00
00
06
00
00
-5000
00
07
00
00
00
2000
08
00
00
2500
00
09
00
2500
00
00
10
00
00
2500
00
11
00
-2500
-5000
2000
12
00
-1000
-1000
2000
13
M05
14
M30



Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost Coupons