Showing posts with label Teknik Alat Berat. Show all posts
Showing posts with label Teknik Alat Berat. Show all posts

Monday, 14 April 2014

MAINTENANCE UNIT ALAT BERAT

DIFINISI MAINTENANACE
adalah suatu tindakan yang dilakukan dalam rangka mempertahankan atau mengendalikan suatu peralatan pada kondisi yang dapat diterima sampai dengan umur rencana yang telah ditentukan.
MENGAPA DIPERLUKAN PERAWATAN ?
  • Agar kondisi mesin / unit tetap stabil, sehingga mempermudah dalam perencanaan produksi
  • Untukmenentukan biaya produksi dan dapat memperhitungkan / merencanakan anggaran.
  • Memperpanjang umut mesi / unit
TUJUAN DILAKSANAKAN PERAWATAN :
  • AVAIBILITI TINGGI : Maksudnya unit tersebut selalu dalam keadaan siap pakai DOWN TIME
  • RENDAH : Maksudnya menjaga agar kerusakan unit sekecil mungkin
  • COST RENDAH : Maksudnya agar biaya operasi unit rendah ( dalam hal perbaikan ).
PEKERJAAN YANG HARUS DILAKUKAN :
  • PENGONTROLAN
  • PENGGANTIAN
  • PENYETELAN
  • PERBAIKAN
  • PENGETESTAN
Agar dapat melaksanakan hal tersebut diatas, harus mengerti dan memahami :
- Periodic service
- Prinsip kerja & fungsi dari komponen
- Dan lain-lain : Part ordering. Reusable part. Etc.
KUNCI SUKSES PEMELIHARAAN
  • Ketrampilan dan prilakau manusia
  • Kegiatan pemeliharaan
  • Perencanaan yang baik
  • Peralatan
  • Keselamatan kerja
  • Pengadaan : - Suku cadang, Bahan bakar, Minyak pelumas, Anggaran, Administrasi, Management
MAINTENANCE meliputi PLANED MAINTENANCE & UNPLANED MAINTENANCE
PLANED MAINTENANCE meliputi CORECTIVE MAINTENANCE & PREVENTIVE MAINTENANCE
UNPLATED MAINTENANCE meliputi EMERGENCY MAINTENANCE
CORECTIVE MAINTENANCE meliputi REPAIR DAN ADJUSTMENT dan BREAK DOWN MAINTENANCE
PREVENTIVE MAINTENANCE meliputi
DAILY MAINTENANCE - Lubrication, Check up, dan Cleaning
PERIODIC MAINTENANCE
- 10 Hours
- 50 Hours
- 250 Hours
- 500 Hours
- 750 Hours
- 1000 Hours
- 2000 Hours
- 4000 Hours
CONDITION BASE MAINTENANCE meliputi
  • PREVENTIVE MAINTENANCE
- Inspection service (PPM)
  • OIL ANALISYS (PAP)
  • UNDERCARRIAGE INSPECTION & MEASSUREMENT (PPU)
PLANED MAINTENANCE ( PERAWATAN TERENCANA ):
Jenis perawatan yang memang sudah diorganisir, dilakukan terencana, pelaksanaanya sesuai jadwal , pengendalian dan pencatatan.
PREVENTIVE MAINTENANACE ( PERAWATAN PENCEGAHAN ):
Jenis perawatan yang dilakukan dengan interval tertentu yang maksudnya untuk meniadakan kemungkinan terjadinya gangguan kemacetan atau kerusakan mesin.
CORECTIVE MAINTENANACE ( PERAWATAN KOREKSI ) :
Jenis perawatan yang dimaksud untuk mengembalikakan mesin pada standarnya (yang diperlukan),bisa berupa reparasi atau penyetelan.
BREAK DOWN MAINTENANCE :
Pekerjaan yang dilakukan karena mesin/unit benar – benar rusak, tetapi kerusakan tersebut sudah diperkirakan sebelumnya.
EMERGENCY MAINTENANCE ( PERWATAN MENDADAK ) :
Jenis perawatan yang bersifat perbaikan terhadap kerusakan yang tidak diperkirakan sebelumnya.
SASARAN PERAWATAN :
  • MEMAKSIMUMKAN WAKTU OPERASI
- Mencegah kemungkinan terjadinya gangguan/hambatan pada saat operasi/produksi
- Mengetahui kondisi mesin/unit yang digunakan untuk menyiapkan suku cadang.
- Mengatasi gangguan/hambatan dengan cepat pada saat operasi produksi selama mungkin.
- Mencegah hal-hal yang membahayakan kesehatan dan keselamatan.
  • MEMINIMUMKAN BIAYA PERAWATAN.

Sumber : http://dapout782.blogspot.com


Konsep Maintenance

     Jika dilihat dari konsep maintenance yang dibuat oleh perusahaan berbeda namun dengan basic yang sama. Maintenance merupakan kegiatan pemeliharaan alat berat yang bertujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan secara dini, memperpanjang lifetime suatu komponen atau unit dan mencapai nilai ekonomis yang efisien dan efektif. Alat berat dalam bidang pertambangan merupakan salah satu faktor utama yang menentukan produksi disamping faktor lainya. Kemudian alat berat juga mengalami perkembangan teknologi guna memaksimalkan produktifitas ( kualitas, kapasitas, kecepatan, kenyamanan, keamanan, umur panjang dan kemudahan perawatan ). Komposisi alat berat sangat tergantung satu dengan yang lainnya dalam proses penambangan. Dengan demikian konsep maintenance mempunyai tujuan yaitu :

1. Mencegah terjadinya kerusakan sejak dini ( premature ).
2. Mencapai nilai ekonomis yang efektif dan efisien.
3. Memperpanjang masa pemakaian.
4. Menghemat biaya repaire dan maintenance.
5. Keteraturan dan ketepatan maintenance.

         Secara objektif tujuan mantenance adalah mendapatkan tingkat kesiapan alat yang tinggi, memiliki daya guna yang maksimal, biaya perbaikan yang hemat dan ketepatan kesiapan. Dengan demikian dibutuhkan sebuah sistem yang digunakan untuk mengatur dan mengarahkan maintenance ke arah yang lebih baik, yaitu :

1. Organisasi/departemen
2. Maintenance Program
3. Equipment dan Tool
4. Keteraturan antara jadwal operasi produksi dan maintenance
5. Sapare Part/suku cadang dan Material
         Maka untuk mendapatkan maintenance konsep yang baik sebaiknya memiliki struktur organisasi yang baik misalnya : 
       Pembagian kerja ini bertujuan untuk dapat saling mengoptimalkan proses maintenance sesuai dengan konsep maintenance. Jika suatu organisasi dipimpin oleh seorang pemimpin maka di struktur diatas juga mempunyai  pememimpin, dan syarat menjadi pemimpin adalah mengetahui 95% proses kerja maintenance yang ada secara konsep dan aktualnya.  Kemudian seorang pemimpin atau Dept.Head dibantu oleh beberapa bagian bidang kerja, yaitu :

1. Section (area) Equipment 1 dst : merupakan area dimana prsoes tanggung jawab terhadap maintenance areanya misalnya area Track, Dozer, Small PC/Big PC, Excavator.

2. Section Planner : bidang ini merencanakan penjadawalan/scheduling maintenance di konsep planner ada beberapa bentuk dari Assistan Planner, Senior Planner, dan pembagian kerja maintenance dari Order Part, dan Plan part Analist. Konsep planner umumnya ditentukan oleh kebijakan perusahaan itu sendiri.

3. Enginer Analist : Tugas kerja yang diberikan adalah memonitor kondisi unit sesuai dengan tool yang telah disediakan oleh perusahaan atau vendor seperti Oil Analisist, Engine Analisist, Chasis and Travel Sistem. Enginer ini bertugas menginformasikan keadaan unit atau komponen saat terupdate sehingga informasi yang di dapat dapat di schedulekan jika untit telah mengalami bad performance.

4. Equipment and Workshop : dapat dikatakan sebagai pemantau alat dan keperluan diworkshop.

5. Compentensi : Jika perusahaan anda mempunyai sebuah mekanik yang kompetensinya tidak berubah karena tidak sesuai dengan SOP atau OEM maka diperlukannya pengetesan terhadap mekanik tersebut agar pelaksanaan maintenance sesuai dengan SOP manual.

6. Data dan History : merupakan bagian unit kerja yang merecord data pembelian, data unit dan data history problem. Area ini tergantung juga oleh kebijakan perusahaan yang disesuaikan oleh kebutuhan.

      Jika maintenace akan dilaksanakan maka kita harus mempunyai pondasi dan kekuatan untuk mengarahkan kebijakan maintenance yang lebih baik.
 
 


Sunday, 13 April 2014

MAINTENANCE


(Maintenance) Planning and Scheduling

Pasa saat awal Maintenance And Repair Contract (MARC) PT. Trakindo Utama dimulai di PT. Freeport Indonesia, di Grasberg, Tembagapura, maintenance operation secara umum dijalankan  oleh group maintenance planner dan daily operation, karena group strategy masih dijalankan di head office, Jakarta.  Job assignment saya datang pertama di Tembagapura adalah sebagai  planner.
Caterpillar OHT 793 = 102 unit dan OHT 797 = 12 unit adalah MARC fleet yang menjadi tanggung jawab kami. Adapun yang menjadi tanggung jawab planner adalah :
  1. Menyusun Weekly dan Daily Plan untuk pekerjaan PM, PCR & Backlog,
  2. Manjalankan aktivitas Health Planning, yaitu : inspections (daily), electronic downloads (VIMS, ET, etc), Scheduled Oil Sampling, lubrication and top-up oils, monitoring of application and operating practices, monitoring equipment.
  3. Membuka semua Work Orders untuk planned work,
  4. Mengorder Parts, build of material (BOM), memastikan tooling.
  5. Memastikan manpower planning.
Performance measurement yang digunakan untuk mengukur kinerja planning antara lain :
  1. Service Accuracy
  2. Backlog Ageing
  3. Planning Efficiency
Planning menjadi jembatan antara strategy dan operation, dimana planner bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kegiatan yang sudah di-setup oleh strategy bisa terlaksana oleh operation. Kata lain dari planner yang mudah dipahami adalah event organizer. Target dari planning efficiency adalah 80% downtime & cost dari maintenance activity
Fokus dari planning dalam melaksanakan tugasnya adalah efisiensi, dimana dengan planning yang berkualitas dan informasi yang akurat proses pekerjaan bisa terlaksana sesuai dengan alokasi waktu dan biaya.
 
Sumber : Levitt & Nyman, 2001, 
Maintenance Planning, Scheduling, and Coordinating, NY, USA

Dari model maintenance iceberg terlihat bahwa biaya/cost yang diakibatkan dari proses maintenance tidak hanya berdampak pada sisi operasional maintenance, namun dampak yang sangat besar akan timbul pada sisi production dan bisnis pada umumnya.
Pada praktek di lapangan sering kali terjadi pententangan kepentingan antara pihak maintenance dan production bahkan safety. Oleh karena itu koordinasi lintas fungsional dan hirarki perlu dilakukan untuk memastikan bahwa excution management terlaksana sesuai hasil yang diinginkan.

Salam



Thursday, 17 May 2012

MACAM-MACAM ALAT-ALAT BERAT


Sering kali kita melihat berbagai aktifitas alat berat ketika suatu proyek bangunan dilakukan, baik itu transportasi (jalan, jembatan, bandara), bangunan air (waduk, bendung, bendungan, pelabuhan), dan bangunan gedung bertingkat. 
Alat berat didalam suatu proyek bangunan memiliki peran yang sangat penting dalam hal keberlangsungan proyek tersebut. Tidak mungkin sekali kita manusia dapat mengangkat batuan berton-ton, tanah berkubik-kubik, dan berbagai hal lainnya tanpa bantuan alat berat. Bisa jadi kita tidak memerlukan alat berat ketika melakukan pekerjaan bangunan yang berskala kecil, misalnya pembuatan saluran drainase didepan rumah, pembangunan pos kamling, dan penggalian pondasi rumah tinggal. Karena dengan tenaga manusia pun pekerjaan tersebut dapat dilakukan, namun ketika proyek bangunan tersebut sudah berskala besar kita sangat membutuhkan alat berat untuk mempercepat pekerjaan pembangunan.


Dalam pemindahan tanah secara mekanis, alat berat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu: Traktor, Excavator, dan alat berat selain traktor dan excavator.

1. Traktor terdiri dari: Bulldozer, Ripper, Scrapper, Motor Grader, dan Loader.
2. Excavator terdiri dari: Back Hoe, Clam Shell, Power Shovel, Dragline, Mobile Crane.
3. Alat berat selain traktor dan excavator, terdiri dari: Dump Truck, Trailer, Alat pemadat,Compressor, Stone Crusher, Dredger.




TRAKTOR

A. Bulldozer


Bulldozer berfungsi sebagai alat pembersih lapangan, biasanya dengan cara menggusur material agar lapangan siap digunakan untuk proyek. Bulldozer memiliki blade di bagian depan. Blade inilah yang dapat memotong dan menggusur material-material (tanah, dll) yang dianggap mengganggu dalam pelaksanaan proyek.
 
                                    bulldozer
B. Ripper
Ripper merupakan traktor dengan fungsi utama sebagai alat bajak. Ripper memiliki batang baja berujung lancip (blade) yang dipasang di bagian belakang bulldozer (traktor) untuk memecahkan (membajak) lapisan batuan atau material yang keras. 

ripper

C. Scrapper
Scrapper merupakan sejenis traktor dengan blade berada ditengah dan memiliki bucket atau wadah untuk menampung material yang ingin dipindahkan dengan kapasitas tertentu, scrapper berfungsi untuk mengelupas material tanah dan material tersebut kemudian dimasukkan dalam bucket atau wadah di dalam scrapper tersebut secara tertutup atau bisa dikatakan sebagai alat berat beroda ban (tire) yang biasa dipakai memuat / mengangkut dan membuang (spreading) secara individu dengan atau tanpa dibantu pendorong (bulldozer).
scrapper



D. Motor Grader
Motor Grader adalah salah satu jenis traktor dengan fungsi sebagai perata bentuk permukaan tanah, biasanya digunakan dalam proyek jalan untuk membuat kemiringan tertentu suatu ruas jalan. Dengan blade yang dapat diatur tingkat kemiringannya.




motor grader




 












E. Loader
Loader memiliki bentuk yang hampir mirip dengan bulldozer namun bucket loader dapat diangkat dengan ketinggian tertentu dan digunakan sebagai alat pemuat. Loader dapat digunakan untuk material tanah yang telah terurai atau tidak keras.
Loader




EXAVATOR
A. Back Hoe

Back Hoe yaitu sejenis excavator dengan fungsi sebagai pengeduk dengan arah kebelakang. Alat berat ini merupakan Alat berat yang paling dikenal oleh masyarakat, karena di setiap kegiatan pemindahan tanah mekanis selalu ada alat seperti ini.
backhoe

B. Clam Shell

Clam Shell merupakan excavator dengan fungsi sebagai pengeduk jepit. Yang membedakan dengan Back Hoe adalah pada bucketnya, bentuk bucket pada Clam Shell seperti penjepit sepertihalnya capit kepiting.

 clamshell






D. Dragline

Dragline sering kita jumpai dalam pekerjaan pengerukan dasar atau bagian tepi sungai. Dragline merupakan jenis excavator dengan sistem pengeduk tarik, jadi terdapat tali baja penarik bucketnya.
 dragline


E. Mobile Crane

Mobile Crane, sejenis excavator yang digunakan untuk mengangkat material bangunan, sepertihalnya besi tulangan, batu bata, dan material-material bangunan lainnya. Mobile crane berbeda dengan Tower Crane, Mobile Crane bersifat moving (dapat berpindah tempat) sedangkan Tower Crane bersifat tetap.
 mobile crane



SELAIN TRAKTOR DAN EXCAVATOR

A. Dump Truck
Dump Truck berfunsi sebagai alat angkut material-material bangunan (tanah, besi tulanagn, semen, batu bata, dll)
dump truck
B. Trailer

Trailer berfungsi juga sebagai alat angkut, namun dengan kapasitas dan berat diatas Dump Truck. Misalnya, sebagai alat angkut alat berat.

trailer 9939 OA

C. Alat Pemadat
Jika pada suatu lahan dilakukan penimbunan maka pada lahan tersebut perlu dilakukan pemadatan. Pemadatan juga dilakukan untuk pembuatan jalan, baik untuk jalan tanah dan jalan dengan perkerasan lentur maupun perkerasan kaku. Alat Pemadat ada berbagai jenis, diantaranya; Three Wheel Roller, Tandem roller, Pneumatic Tired Roller, dan Sheep Foot Roller. Masing-masing memiliki fungsi yang berbeda-beda, namun pada intinya sama yaitu sebagai alat pemadat.

v  Tridum Roller
Tridum Roller adalah Penggilas beroda tiga, depan satu dan di ikuti dua roda dibagian belakangnya. Three Wheel Roller ini sering juga disebut Macadam Roller, karena jenis ini sering digunakan dalam usaha-usaha pemadatan material yang berbutir kasar. Untuk menambah bobot dari three wheel roller ini, maka roda silinder yang kosong diisi dengan zat cair (minyak atau air) atau kadang-kadang juga diisi dengan pasir. Pada umumnya berat compactor ini berkisar antara 6-12 ton. Penambahan bobot akibat pengisian zat cair pada roda silinder dapat meningkatkan beratnya 15% - 35%.

tridum roller
v  Double Drum Roller
Double Drum Roller terdiri atas berporos 2 (two axle) dan berporos 3 (three axle tandem rollers). Penggunaan dari penggilas ini umumnya untuk mendapatkan permukaan yang agak halus, misalnya pada penggilasan aspal beton dan lain-lain. Tandem roller ini memberikan lintasan yang sama pada masing-masing rodanya, beratnya antara 8-14 ton, penambahan berat yang diakibatkan oleh pengisian zat cair (ballasting) berkisar antara 25% - 60% dari berat penggilas. Untuk mendapatkan penambahan kepadatan pada pekerjaan penggilasan biasanya digunakan three axle tandem roller. Sebaiknya tandem roller jangan digunakan untuk menggilas batu-batuan yang keras dan tajam karena akan merusak roda-roda penggilasnya.

double drum roller
v  Pneumatic Tired Roller
Pneumatic Tired Roller Roda-roda penggilas jenis ini terdiri atas roda-roda ban karet yang dipompa (pneumatic). Susunan dari roda muka dan roda belakang selang-seling sehingga bagian yang tidak tergilas oleh roda bagian depan akan digilas oleh roda bagian belakang. Roda-roda ini menghasilkan "kneading action" (tekanan) terhadap tanah sehingga membantu konsolidasi tanah. Tekanan yang diberikan oleh roda terhadap permukaan tanah dapat diatur dengan cara mengubah tekanan ban. Makin besar tekanan ban, makin besar pula tekanan yang terjadi pada tanah. Sumbu dari roda dapat "bergoyang" mengikuti perubahan permukaan tanah, hal ini dapat memperbesar "kneading action" tadi.
Pneumatic tired roller sangat cocok digunakan pada pekerjaan penggilasan bahangranular, juga baik digunakan pada penggilasan lapisan hot mix sebagai "penggilas antara". Sebaiknya tidak digunakan untuk menggilas lapisan yang berbatu dan tajam karena akan mempercepat kerusakan pada roda-rodanya. Bobotnya dapat ditingkatkan dengan mengisi zat cair atau pasir pada dinding-dinding mesin. Jumlah roda biasanya 9 sampai 19 buah, dengan konfigurasi 9 buah (4 roda depan dan 5 roda belakang), 11 buah (5 roda depan dan 6 roda belakang), 13 buah (6 roda depan dan 7 roda belakang), 15 buah (7 roda depan dan 8 roda belakang).

pneumatic tired roller
v  Sheep Foot Roller
Sheep Foot Roller termasuk penggilas tipe kaki kambing, prinsip dari sheep foot roller adalah sebuah silinder yang di bagian luarnya dipasang kaki-kaki. Pada kaki-kaki ini terjadi tekanan yang tinggi, sehingga kaki-kaki ini masuk ke dalam tanah dan memberikan efek "pemadatan dari bawah". Sheep foot roller ini baik digunakan untuk tanah berpasir dengan sedikit mengandung lempung, juga untuk tanah yang plastis dan kohesif. Sangat efektif digunakan untuk memadatkan material lepas dengan tebal lapisan antara 15-25 cm. Selain sheep foot roller dengan tarikan (towed) juga terdapat sheep foot roller yang bermesin yang dapat bergerak sendiri dengan kecepatan mencapai sekitar 32 km/jam. Untuk sheep foot roller yang ditarik, jika tenaga traktor penariknya cukup besar, biasanya ditarik beberapa jauh, berjajar ke samping, satu garis atau kombinasi keduanya. Ukuran sheep foot roller ini antara 3 - 5 ton , namun ada juga yang 12-30 ton.

sheep foot roller
v  Vibro Roller: Hampir sama kaya Sheep Foot Roller, cuma beda shoenya saja...

vibro roller
D. Compressor

Compressor merupakan alat berat yang berfungsi sebagai pemampat udara yang digunakan dalam pembersihan area pekerjaan dari debu maupun sampah ringan lainnya, sebelum dilakukan pengecoran atau kegiatan yang membutuhkan kebersihan area.

compressor
E. Stone Crusher

Stone Crusher merupakan alat berat yang digunakan untuk memecah batuan menjadi ukuran yang direncanakan. Untuk selanjutnya digunakan sebagai material bahan bangunan.

stone crusher
F. Dredger

Dredger disebut juga kapal keruk, fungsinya adalah memperdalam kolam pelabuhan, alur pelayaran, sungai dan lain-lainnya dan juga menyediakan tanah untuk reklamasi rawa-rawa (untuk perluasan daerah menjadi daratan).
amphibious watermaster dredger

diamond dredger



G. Asphalt Finisher

Asphalt finisher adalah alat untuk menghamparkan campuran aspal yang dihasilkan dari alat produksi aspal. Terdapat dua jenis asphalt finisher yaitu jenis crawler yang menggunakan roda kelabang dan jenis roda karet. Kelebihan dari asphalt finisher roda kelabang adalah dalam hal daya ambang (flotation), traksi, dan penghamparannya lebih halus serta lebih datar dibandingkan asphalt finisher yang menggunakan roda karet dengan ukuran yang sama. Kelebihan dari asphalt finisher roda karet adalah dalam hal manuver yang lebih cepat.

roda karet

crawler

JENIS DAN FUNGSI ALAT BERAT


Alat berat dapat dikategorikan ke dalam beberapa klasifikasi. Klasifikasi tersebut adalah klasifikasi fungsional alat berat dan klasifikasi operasional alat Berat.

1. Klasifikasi Fungsional Alat Berat
Yang dimaksud dengan klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebut berdasarkan fungsi-fungsi utama alat. Berdasarkan fungsinya alat berat dapat dibagi atas berikut ini.

a. Alat Pengolah Lahan
Kondisi lahan proyek kadang-kadang masih merupakan lahan asli yang harus dipersiapkan sebelum lahan tersebut mulai diolah. Jika pada lahan masih terdapat semak atau pepohonan maka pembukaan lahan dapat dilakukan dengan menggunakan dozer. Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas dapat digunakan scraper. Sedangkan untuk pembentukan permukaan supaya rata selain dozer dapat digunakan juga motor grader.

b. Alat Penggali
Jenis alat ini dikenal juga dengan istilah excavator. Beberapa alat berat digunakan untuk menggali tanah dan batuan. Yang termasuk didalam kategori ini adalah front shovel, backhoe, dragline, dan clamshell.

c. Alat Pengangkut Material
Crane termasuk di dalam kategori alat pengangkut material karena alat ini dapat mengangkut material secara vertical dan kemudian memindahkannya secara horizontal pada jarak jangkau yang relative kecil. Untuk pengangkutan material lepas (loose material) dengan jarak tempuh yang relative jauh, alat yang digunakan dapat berupa belt, truck dan wagon. Alat-alat ini memerlukan alat lain yang membantu memuat material ke dalamnya.


d. Alat Pemindahan Material

Yang termasuk dalam kategori ini adalah alat yang biasanya tidak digunakan sebagai alat transportasi tetapi digunakan untuk memindahkan material dari satu alat ke alat yang lain. Loader dan dozer adalah alat pemindahan material.

e. Alat Pemadat

Jika pada suatu lahan dilakukan pembunan maka pada lahan tersebut perlu dilakukan pemadatan. Pemadatan juga dilakukan untuk pembuatan jalan, baik untuk jalan tanah dan jalan dengan perkerasan lentur maupun perkerasan kaku. Yang termasuk sebagai alat pemadat adalah tamping roller, pneumatic-tired roller, compactor, dan lain-lain.

f. Alat Pemroses Material
Alat ini dipakai untuk mengubah batuan dan mineral alam menjadi suatu bentuk dan ukuran yang diinginkan. Hasil dari alat ini misalnya adalah batuan bergradasi, semen, beton, dan aspal. Yang termasuk didalam alat ini adalah crusher dan concrete mixer truck. Alat yang dapat mencampur material-material di atas juga dikategorikan ke dalam alat pemroses material seperti concrete batch plant dan asphalt mixing plant.

concrete mixer truck



g. Alat Penempatan Akhir Material
Alat digolongkan pada kategori ini karena fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. Ditempat atau lokasi ini material disebarkan secara merata dan dipadatkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Yang termasuk di dalam kategori ini adalah concrete spreader, asphalt paver, motor grader, dan alat pemadat.


2. Klasifikasi operasional Alat Berat
Alat-alat berat dalam pengoperasiannya dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau tidak dapat digerakan atau statis. Jadi klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas berikut ini.

a. Alat dengan Penggerak
Alat penggerak merupakan bagian dari alat berat yang menerjemahkan hasil dari mesin menjadi kerja. Bentuk dari alat penggerak adalah crawler atau roda kelabang dan ban karet. Sedangkan belt merupakan alat penggerak pada conveyor belt.

crawlercrane



b. Alat Statis
Yang termasuk dalam kategori ini adalah towercrane, batching plant, baik untuk beton maupun untuk aspal serta crusher plant.


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost Coupons